Di tahun 2030 kita bisa pergi ke masa lalu atau liat masa depan kita engga ya????
Suatu hari ketika saya termenung di teras saya mendapatkan inspirasi bisa ngga kita melihat masa lalu kita? Dengan bantuan teknologi modern dan saya menjawab di dalam hati adalah BISA”. Kemudian saya mencoba meliat kembali foto dan video yang saya buat, itu semua adalah rekaman cahaya, foto = cahaya, fotografi = menggambar dengan cahaya. Kalo fotonya bergerak namanya video, itu cahaya yang direkam oleh teknologi buatan manusia. Dan hukum fisika menyatakan cahaya tersebut tidak bisa dimusnahkan, dia hanya pergi menjauh. Dan (cahaya yang menjauh) itulah yang akan kita tonton nanti di akhirat, berarti cerita tentang akhirat bukanlah khayalan, semua bisa dibuktikan dengan pengetahuan modern”. Selain itu distorsi ruang dan waktu dapat memperlambat waktu mungkin kita bisa buat mesin yang dapat membuat memiliki total massa dan energi yang dimiliki massa matahari pada ahir umurnya, setidaknya kita bisa memperlambat waktu kita sendiri dan dapat berumur lebih panjang mungkin ribuan tahun kedepan, sebetulnya belum ada satupun hukum fisika yang melarang tentang perjalanan waktu. Mungkin satu hal yang menantang tentang perjalanan waktu yaitu kita dapat merusak keselarasan alam semesta yang memungkinkan penghancuran alam semesta, contoh seperti film “Back to the future”dimana Biff kembali kemasa lalunya dari 2015 ke 1955 dan memberikan dirinya di massa lalunya tentang statistika olah raga untuk taruhan maka ketika ini terjadi akan terbentuk sebuah paradox waktu dimana realitas masa depan akan berubah dimana Biff akan kaya dan menghancurkan tatanan lainya… Itu adalah satu contoh.... Intinya saya percaya tentang perjalanan waktu. bahwa mesin waktu akan terwujud.Mungkin juga dengan melihat jam kita dapat masuk ke masa lalu kita.
Sekarang kita akan membahas hal tersebut dengan teori EinstenKita dapat melihat masa lalu dan masa depan kita , hal ini bisa di dukung dengan Teori Relativitas Khusus yang tahun ini berumur 100 tahun memberi bobot bagi ide perjalanan waktu. Teori itu terdapat di jurnal Annalen der Physik, Jerman, yang berjudul "On The Electrodynamics of Moving Bodies". Kemudian artikel ini lebih dikenal karena mengusulkan teori baru, yaitu Relativitas Khusus. Penulisnya Albert Einstein, yang pada 2005 ini kalangan fisika sedunia merayakannya sebagai Tahun Einstein. Seratus tahun silam itu adalah tahun keajaiban (annus mirabilis) Einstein. Selain makalah tentang Teori Relativitas Khusus, ia mengirimkan dua makalah besar lainnya ke jurnal yang sama: efek fotoelektrik yang mengantarkannya meraih Hadiah Nobel Bidang Fisika 1921 dan penelitian tentang Gerak Brownia. Karya Einstein Teori Relativitas Khusus merupakan yang paling kontroversial saat dipublikasikan. Sampai kini, tetap menjadi bahan diskusi. Teori ini bagi sebagian ilmuwan merupakan dasar kuat yang memungkinkan perjalanan waktu ke masa depan. Sepuluh tahun sebelum Einstein muncul dengan gagasannya itu, ide perjalanan waktu seperti ditulis H.G. Wells dalam novel The Time Machine adalah fiksi ilmiah yang bertentangan dengan Hukum Fisika. Menurut Teori Relativitas Khusus, ruang dan waktu tidak absolut, melainkan relatif. Artinya, ruang dan waktu berbeda untuk setiap orang. Bagaimana seseorang mengalami kejadian dalam ruang dan waktu bergantung pada dua hal: di mana orang tersebut mengamatinya dan seberapa cepat ia bergerak bila dibandingkan dengan kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya itu tidak akan berbeda, meskipun diamati oleh dua orang dari dua titik pengamatan yang berbeda. Sesuai dengan rumus, kecepatan (v) adalah jarak (d) dibagi waktu (t). Jika v adalah konstan, t dan d-lah yang seharusnya berubah-ubah. Salah satu konsekuensi adalah bahwa jam yang ada di dalam sesuatu yang bergerak selalu berdetak lebih lambat ketimbang jam yang diam di tempat.
Dari sini muncul hipotesis yang terkenal "paradoks kembar". Sepasang kembar dipisahkan, seorang menjadi astronot diterbangkan dengan roket berkecepatan tinggi menjelajahi galaksi dan kembali ke bumi, yang lain tinggal di bumi. Meskipun kecepatan roket mendekati kecepatan cahaya, butuh 10 ribu tahun bagi astronot itu menjelajah galaksi dan kembali ke titik tertentu di bumi. Karena geraknya relatif tinggi, usia astronot itu lebih lama ketimbang orang lain yang tinggal di bumi. Astronot akan kembali ke bumi hanya lebih tua beberapa tahun dari waktu ia meluncur. Sementara itu, saudara kembarnya sudah lama meninggal. Prediksi melambatnya waktu juga telah dikonfirmasi melalui percobaan menerbangkan jam-jam atomik mengelilingi bumi dengan pesawat jet. Hal ini juka dapat di buktikan bila kita terbang dengan pesawat mengelilingi bumi ke arah timur, kita akan lebih muda 59 nanodetik ketimbang jika Anda tetap berada di rumah," kata Dr J. Richard Gott, ahli astrofisika di Princeton University, di New Jersey, Amerika Serikat.
Itu adalah teori-teori yang mendukung kenapa di tahun 2030 kita dapat menembus masa lalu atau masa depan kita. Contoh nyata yang membuat saya yakin hal ini dapat terwujud ketikaberita tentang selamatnya kapal kapten titanic tahun 1991, pdhl titanic tenggelam tahun 1912, harusnya kapten smith berumur 139 tahun,, tp waktu di temukan keadaan kapten smith msh sama seperti keadaan titanic tenggelam..bahkan dy tdk terlihat lemas,, ini artinya kapten smith menembus waktu puluhan tahun.. bahkan kapten smith masih merasa klo dy msh berada di mn titanic baru saja tenggelam..ini di buktikan sidik jari smith sama seperti yg tertera pd data titanic.
Mungkin ini hanya pemikiran dan asumsi awam saya saja, Tapi tiada yang tak mungkin kecuali atas kehendak-Nya...Misalnya aku bisa balik ke masa lalu aku ngapain yachhh?????????
